Batik Cap Kekayaan Tradisi Wisata Batik Solo

Batik Cap merupakan tradisi pembuatan Batik yang lebih modern dibandingkan Batik Tulis, dengan metode ini, proses pembatikan bisa dilakukan secara masal dan lebih seragam. Batik cap ini masih dikerjakan secara manual menggunakan pekerja bukan menggunakan mesin mesin modern. Proses pembuatan batik cap tidak serumit pembuatan batik tulis. Selain tidak rumit juga tidak memakan waktu yang lama seperti batik tulis hal ini disebabkan karena pada batik cap motif tidak perlu terlebih dahulu digambar tetapi dengan teknik cap. pada batik cap tidak lagi menggunakan canting sebagai alat membatiknya tetapi dengan pelat logam tembaga yang sebelumnya dibuat motif timbul. Menggunakan pelat logam tembaga pada batik cap mirip dengan stempel. Lilin malam pada batik dilekatkan di kain mori melalui cap tembaga tersebut.  Adapun proses pembuatannya akan dijelaskan sebagai berikut.

  • Pertama, kain mori terlebih dahulu diletakkan pada meja datar yang dilapisi alas lunak, kemudian malam dicairkan terlebih dahulu, untuk diketahui bahwa malam harus tetap dijaga suhunya sampai 70 derajat Celcius tidak boleh lebih. Karena hal ini sangat berpengaruh pada kualitas batik nantinya. Setelah itu cap tembaga dicelupkan ke dalam malam sepanjang kurang lebih 2 cm. Cap diletakkan pada kain mori dan ditekan kuat supaya cap-nya menempel. Cairan lilin kemudian dibiarkan meresap pada kain mori sampai ke sisi lain pada permukaan mori.
  • Kedua, pada tahap ini adalah proses pewarnaan. Pemberian warna ini dimulai dari pewarnaan bagian kain yang lebih muda terlebih dahulu. Pewarnaan dilakukan berulang kali sesuai keinginan. Jika warna yang diberikan lebih banyak berarti semakin banyak bagian yang harus ditutup dengan malam lagi. Sebenarnya pewarnaan juga dapat dilakukan sebelum proses cap dilakukan.
  • Ketiga, ditahap ini adalah proses penghilangan berkas motif yang terbentuk oleh proses cap atau disebut ngelorot. Nanti akan nampak dua warna, yaitu warna asli dari kain mori yang telah diberi malam, dan warna setelah proses pewarnaan. Jika akan melakukan pengkombinasian warna maka caranya adalah harus diulang dari awal mulai tahap pengecapan agar hasil pengkombinasian kualitasnya bagus. Saat proses perkawinan warna dilakukan, biasanya perlu ketelitian yang tinggi karena jika warna yang dikawinkan tidak cocok maka akan menghasilkan warna yang tidak cantik nantinya
  • Keempat, ini adalah proses terakhir yaitu proses pembersihan dan mencerahkan warna menggunakan soda. Setelah itu dilakukan proses pengeringan, sesudah kering selanjutnya adalah proses penyetrikaan.

Wisata Solo menyediakan sewa mobil di Solo dengan harga murah, mari berpetualang di Solo mengunjungi pusat pusat pembuatan batik dan berbelanja batik Solo bersama Wisata Solo.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *