Pasar Gede Hardjonegoro

Pasar Gede merupakan pasar tradisional tertua di kota Solo.  Ada banyak pasar tradisional di Indonesia yang menyimpan memori tentang masa lampau daerah-daerah di Indonesia meski kini jumlahnya semakin sedikit akibat perubahan teknologi yang sangat cepat dan semakin banyaknya pasar-pasar modern. Namun tidak dengan Pasar Gede, Pasar ini masih kokoh berdiri hingga kini dengan kebesaran dan sejarahnya yang terus di rawat dan  dilestarikan oleh masyarakat kota Solo. Pasar Gede bisa menjadi tempat wisata alternatif yang bisa anda pilih jika berkunjung ke Kota Solo.  Pasar yang berada di jalan Jendral Sudirman ini menjadi  ruang interaksi sosial bagi masyarakat di Kota ini. Pasar Gede berdiri sejak 1930, dirancang oleh arsitektur Belanda bernama Thomas Karsten.  Pasar yang bernama lengkap Gede Hardjonegoro ini juga menjadi simbol keharmonisan sosial budaya kota Solo, terbukti dengan adanya sebuah klenteng tak jauh dari tempat pasar tersebut berdiri.

Ketika anda memasuki pasar ini akan disambut dengan gerbang utama yang sangat besar dengan gaya arsitekturnya yang unik. Sedangkan di luar gerbang Pasar Gede telah berjejer para tukang becak tradisional yang siap mengantar anda untuk berkeliling menikmati  kota Solo. Pasar Gede merupakan pasar kebutuhan Pokok. Aneka sayuran, bumbu, daging, buah-buahan menghiasi ruangan tengah pasar yang memiliki dua lantai ini.  Meski dipenuhi dengan lapak para pedagang namun pasar ini tertata sangat rapi. Pasar Gede dilengkapi jembatan penghubung menuju ke pasar ikan.

Selain kebutuhan pokok, tidak ketinggalan kuliner khas Solo pun tersedia di Pasar ini.  Ada nasi liwet yang memiliki rasa gurih dengan lauk dan suwiran daging ayam ditambah telur kuning dan teman-temannya yang lain pastinya akan membuat anda ingin segera mencicipinya. Tak ketinggalan dawet Selasih yang sudah sangat terkenal di Solo bisa menjadi teman menyantap nasi liwet tadi. Dawet selasih terdiri dari cendol berwarna hijau, bubur ketan hitam, bubur sumsum dan biji selasih yang kemudian diberi santan. Kemudian ada lenjongan yang terdiri dari aneka jajanan pasar yang di beri taburan kelapa parut. Dan satu lagi makanan yang tidak boleh ketinggalan ketika menyambangi pasar gede adalah Cabuk Rambak, makanan ini jarang ada di sembarang tempat. Cabuk rambak terdiri dari ketupat yang diiris tipis kemudian diberi sambal yang terdiri dari kelapa parut, kemiri, wijen, daun jeruk dan lombok dan untuk menambah kenikmatannya biasanya makanan ini disajikan dengan Karak atau kerupuk yang terbuat dari nasi.  Nah, kalau sudah begini tidak ada salahnya bila pasar Gede direkomendasikan sebagai salah satu tempat wisata kuliner.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *