Pembuatan Batik Tulis Bersama Wisata Solo

Batik tulis adalah sebuah keterampilan yang dilakukan oleh perempuan-perempuan Jawa dan di Solo khususnya sejak jaman dahulu. Dari keterampilan tersebut kemudian ditekuni dan menjadikannya sebuah profesi yang dapat menghidupi dirinya dan keluarga. Tradisi membatik dilakukan secara turun-temurun. Corak batik tulis yang digunakan biasanya sangat mewakili kasta dari orang yang memakainya. Bahkan di Solo beberapa motif batik hanya boleh dipakai oleh keluarga kerajaan. Membatik dengan batik tulis dilakukan dengan menggunakan malam atau lilin yang digunakan untuk keperluan membatik saja. Proses pembuatan batik tulis memakan waktu yang cukup lama. Alat yang digunakan untuk membatik bernama canting untuk menggambar motif batiknya diatas kain. Membatik dengan batik tulis memiliki tingkat kerumitan yang tinggi walaupun nantinya hasil akhirnya sangat baik dan berkualitas, sehingga membuat batik tulis juga harganya lebih mahal daripada batik cap. Pewarnaan batik dengan menggunakan malam sudah ada sejak sebelum Masehi. Di Solo sendiri pewarna yang digunakan membatik terbuat dari bahan alam, soga. Bahan-bahan untuk pembuatan batik tulis adalah canting, pensil untuk menulis pola, kain mori (sutera,katun) , lilin malam, kompor yang digunakan untuk memanaskan malam, pewarna kain, wajan tempat menampung canting.

Adapun proses pembuatan batik tulis adalah sebagai berikut.

Pertama, yang akan digunakan untuk membatik direndam terlebih dahulu selama 5 hari agar tidak terjadi pengerutan kain. Setelah itu direndam lagi dalam air mendidih yang diberi obat pemutih agar kanji lengket untuk memudahkan proses membatik. Kemudian dijemur dan dilipat supaya kain menjadi lemas.
Kedua, proses ini adalah pembuatan pola terlebih dahulu diatas kain mori. Pembuatan pola dilakukan agar proses membatik dengan canting lebih mudah dilakukan. Selain menggambar pola langsung pada kain bisa juga dilakukan menggambar pola di atas kertas minyak kemudian kain diletakkan diatas kertas berpola untuk melakukan proses penyalinan dari kertas ke kain. Yang perlu diperhatikan juga adalah suhu malam harus tetap terjaga sampai 70 derajat celcius.
Ketiga, proses membatik. Awalnya canting tulis di berikan cairan malam dari dalam nyamplung. Setelah itu ujung canting ditiup agar membran pada cairan terbuka proses peniupan memang harus sering dilakukan setiap kali mengambil cairan malam dari nyamplung. Kemudian cairan malam digambar dengan canting mengikuti pola yang ada. Untuk bagian halus menggunakan canting dan bagian yang kasar menggunakan kuas. Hal ini dilakukan agar saat pewarnaan bagian yang dilapisi malam tidak terkena pewarna.
Keempat, proses pewarnaan. Siapkan terlebih dahulu ember yang telah diberikan larutan pewarna. Setelah itu celupkan kain pada warna. Pencelupan dilakukan pada bagian warna yang lebih muda terlebih dahulu. Setelah itu ke warna yag lebih tua. Setelah itu masuk ke dalam tahap nyelorot. Nyelorot adalah proses pelepasan berkas lilin dari kain, caranya dengan melumuri kain dengan bensin setelah itu kain disetrika agar lilin meleleh. Setelah itu direbus lagi di dalam air panas untuk menghilangkan lapisan malam. Setelah proses pewarnaan pertama tadi, yang harus dilakukan adalah melakukan pewarnaan ulang sampai beberapa kali sesuai dengan warna apa yang ingin dibuat. Proses ini dilakukan mulai dari tahap awal pembatikan.
Kelima, setelah proses pembatikan dan pewarnaan selesai, selanjutnya adalah mematikan warna dengan mencelupkan kain kedalam campuran air dan soda. Proses ini gunanya adalah agar warna tidak luntur. Setelah itu kain dicuci dan direndam dalam air dingin. Tahap terakhir adalah dijemur, kemudian kain bisa digunakan.

Wisata Solo menyediakan sewa mobil murah di Solo yang akan menemani anda menjelajahi kekayaan tradisi, budaya, kekayaan kuliner dan batik. Anda bisa berkeliling ke pusat Batik dan menemukan batik yang terbaik sesuai keinginan dan selera anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *