Pesona Kampung Batik Laweyan

Menyusuri indahnya kota Solo jangan sampai melewatkan tempat yang satu ini, Kampung Batik Laweyan. Kampung batik ini terkenal dengan banyaknya Saudagar Batik kaya, yang dimulai di era abad ke 16. Kampung batik yang satu ini menjadi salah satu ikon destinasi wisata sejarah para pengrajin batik Solo yang dikenal hingga kalangan internasional. Kata Laweyan berasal dari kata Lawe, yaitu serat-serat kapas halus yang digunakan untuk pembuatan kain mori.  Jadi laweyan menunjukkan dari tempat inilah  destinasi wisata  kerajinan yang banyak terbuat dari kain lawe.

Lorong-lorong sempit  diantara tembok  pagar tinggi bangunan kampung batik laweyan yang sudah tua dan memudar adalah saksi atas kejayaan batik pada masa lalu. Dahulu rumah-rumah saudagar batik laweyan di kelilingi oleh tembok tinggi fungsinya adalah demi keamanan, namun walau begitu antar rumah masih  terdapat pintu penghubung yang menghubungkan rumah satu dan lainnya sehingga masih terjaga silaturahmi antar pedagang. Ada juga yang menyebutkan ini berfungsi agar racikan atau motif batik miliknya tidak di jiplak oleh orang lain. Hal ini di karenakan setiap juragan batik memiliki motif dan polanya masing-masing. Industi batik di Laweyan pernah menurun diakibatkan masuknya batik-batik sablon. Pembuatan batik yang lebih cepat dan massal membuat batik sablon menjadi lebih murah dibanding batik tulis dan cap, tentu saja hal ini sangat menghantam kejayaan batik tulis dan cap di Kampung batik Laweyan.

Bila anda menyusuri lorong-lorong dari rumah penduduk ini  anda seperti akan terbawa pada kehidupan laweyan di masa lalu. Aroma malam (lilin)  yang  sedang digunakan untuk membatik biasanya tercium di setiap lorong-lorong ini. Waktu yang tepat untuk melihat aktifitas membatik di kampung ini adalah pada pagi hari, mulai dari pembuatan, pencelupan, hingga penjemuran kain-kain batik pada tengah hari.

Jika dulu pengusaha batik di laweyan hanya menjadi produsen dan supplier maka sekarang mereka telah membuka banyak showroom batik di rumahnya sendiri.  Beragam motif batik laweyan juga bisa di dapatkan saat menyusuri kampung ini, seperti motif Tirto Tej dan Truntum dengan berbagai variasi harga yang ditawarkan. Semakin jauh berjalan maka akan semakin menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *