Tradisi Solo

Sekaten Kekayaan Tradisi Solo

Tradisi Solo – Kota yang kental dengan warisan tradisi masa lampau yang masih terjaga, tidak salah bila di kota ini aroma  budaya masih sangat terasa kental. Setiap tahunnya kota Solo memiliki agenda pelaksanaan beberapa budaya yang tidak boleh terlewatkan. Nah, salah satu warisan budaya yang tidak boleh dilewatkan itu salah satunya adalah Upacara Sekaten. Sekaten adalah Upacara perayaan hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi. Upacara ini biasa dilakukan menjelang peringatan Maulid Nabi SAW. Sekaten berasal dari bahasa arab Syahadatain, upacara Sekaten ini sangat erat kaitannya dengan penyebaran agama Islam yang ada di kota Solo.

Sekaten biasanya diadakan pada 5 Rabiul Awal selama kurang lebih satu minggu. Selama itu di Masjid Agung Keraton dimainkan alunan gamelan-gamelan. Gamelan sebelumnya didoai terlebih dahulu baru kemudian dimainkan dari pagi hingga petang. Dalam tradisi keraton biasanya  pada saat  acara Sekaten dilaksanakan digelar juga pasar malam dalam rangka untuk memeriankan suasana upacara ini. Pasar malam ini biasanya berlokasi di Alun-alun Utara Keraton Solo saat sebelum Pasar Klewer terbakar, sejak Pasar Klewer terbakar dan Alun Alun utara dijadikan tempat penampungan sementara Pedagang lokasi keramaian pasar malam Sekaten dipindahkan disekitara Beteng Vastenburg.

Anda bisa menemukan berbagai wahana yang saat ini sudah jarang ditemukan dan akan membawa kembali ke kenangan  masa kanak-kanak anda, seperti komedi putar, bianglala, bombomcar, tong setan, aneka mainan dari gerabah bahkan makanan tradisional yang saat ini sudah langka keberadaannya. Semua ini bisa anda nikmati dengan harga yang murah tanpa menguras kantong anda.

Para pedagang dan pembeli yang berasal dari kalangan masyarakat dan wisatawan tumpah ruwah disini menikmati acara yang hanya digelar setahun sekali ini. Pada 12 Rabiul Awal dari pagi menjelang siang digelar acara Grebeg Maulud sebagai puncak dari prosesi upacara Sekaten. Grebeg Maulud adalah Grebeb gunungan yang berisi makanan yang disusun tinggi berbentuk seperti gunung yang melambangkan kesuburan dan kesejahteraan. Biasanya ada 2 gunungan yang dikeluarkan disini yaitu Guung Jaler dan Gunung Estri.

Aneka makanan di dalam gunungan ini berupa hasil bumi seperti buah, sayuran, jajanan pasar dan lain sebagainya. Sebelum dibagikan biasanya grebeg gunungan ini biasanya didoakan terlebih dahulu.  Sejak pagi banyak warga yang sudah menunggu Grebeg Maulud ini dibagikan untuk mendapatkan aneka makanan yang ada di gunungan tersebut. Tak jarang mereka juga rela berebut untuk mendapatkannya, karena diyakini bila mendapatkan makanan dari grebeb gunungan mereka akan mendapatkan keberkahan di dalam hidupnya. Selain Solo kota Jogja pun mengadakan upacara sekaten ini, ritual perayaannya sama dengan yang ada di Solo hanya saja perayaan Sekaten di kota Jogja lebih lambat sehari dari kota Solo yaitu pada tanggal 6 Rabiul Awal.

Rasakan juga kelezatan Tengkleng yang merupakan makanan khas Solo juga, penasaran juga kan bagaimana rasanya kelezatan Tengkleng?

Wisata Solo menyediakan sewa mobil murah di solo yang akan membawa anda menjelajahi kekayaan wisata budaya Solo, kelezatan wisata Kuliner Solo, kemeriahan tradisi Solo serta Kecantikan batik Solo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *